Terdepan dan Terpercaya|Selasa, Februari 19, 2019
> Home » Lipsus » Dewan Agendakan Minta Penjelasan PT SMI Soal Pinjaman Dana, Keputusan Setelah Rapat Internal

Dewan Agendakan Minta Penjelasan PT SMI Soal Pinjaman Dana, Keputusan Setelah Rapat Internal 

GardaNKRI.COM, TANJUNG SELOR – Rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara meminjam dana ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), salah satu lembaga pembiayaan di bawah Kementerian Keuangan RI, terus ditindak lanjuti DPRD Kaltara.

Dalam waktu dekat, DPRD Provinsi Kaltara akan melakukan pertemuan dengan PT SMI, untuk menggali informasi mengenai skema peminjaman dana yang akan digunakan untuk membiayai pembangun Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rujukan Tipe B di Tanjung Selor.

“Itu sudah kita agendakan. Rencanya Senin (3/4) nanti kita mendengarkan penjelasan pihak PT SMI di Tarakan,” kata Ketua DPRD Kaltara, Marten Sablon, yang ditemui di ruang kerjanya, Rabu (29/3).

Menurut Marten, dana yang akan dipinjam Pemprov untuk membiayai rumah sakit rujukan di Tanjung Selor itu senilai Rp 340 miliar. Karena itu, sebelum memberikan persetujuan, dewan lebih dahulu ingin mendengarkan paparan dari PT SMI, terkait skema peminjaman, seperti bunga dan sistem pengembalian pinjaman itu.

Menurutnya, pertemuan dengan PT SMI sangat penting. Karena dewan ingin mengetahui besar bunga dan sistem pengembaliannya untuk mengukur kemampauan keuangan daerah. “Ini yang perlu kami tahu,” kata Marten.

Pada dasarnya, kehadiran PT SMI ini untuk membatu Pemprov Kaltara dalam membiayaan pembangunan rumah sakit di Kaltara. Sebab, jika menggunakan APBD, juga tidak memungkinkan, mengingat kondisi keuangan daerah sedang defisit.

Namun demikian, DPRD akan mengkaji kebijakan pinjaman itu. Sebab dikhawatirkan, bunga dan angsuran membebani APBD setiap tahunnya.

“Informasi pengembaliannya nanti dicicil setiap tahun. Pinjaman ini harus lunas lima tahun. Tahun pertama dan tahun kedua kemungkinan pemprov akan mengembalikan Rp 100 miliar. Untuk tahun ketiga sampai tahun kelima itu sudah berkurang,” ujanrya.

Namun, meski nantinya sudah mendengarkan penjelasan dari PT SMI, dewan tidak langsung memberikan persetujuan. Karena, dari hasil pertemuan itu, akan dibawah ke rapat internal dewan. Keputusan menyetujui atau tidak pinjaman itu, perlu mendengarkan saran dan pendapat seluruh anggota dewan.

“Tidak bisa langsung diputuskan. Tergantung perkembangannya nanti. Pendapat anggota dewan seperti apa. Apakah kira-kira nanti tidak membebani APBD untuk pengembaliannya. Itu tergantung penilaian anggota,” tandasnya. (adv)

Add a Comment