Terdepan dan Terpercaya|Selasa, Juni 25, 2019
> Home » News » PLN dan Telkom Diminta Siaga

PLN dan Telkom Diminta Siaga 

Gardankri.com, TANJUNG SELOR – Salah satu tantangan dalam pelaksanaan pemilu serentak tahun ini di Kaltara, utamanya di Kabupaten Bulungan adalah listrik dan jaringan internet. Menyikapi masalah itu, Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie menginstruksikan kepada Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) berkoordinasi dengan PLN.

 

“Banyak kegiatan di hari H, utamanya di TPS (tempat pemungutan suara) yang mengandalkan pasokan listrik. Mulai pengeras suara hingga penerangan di TPS. Sebab, dikhawatirkan penghitungan surat suara di TPS bakal mencapai malam hari. Lantaran banyaknya surat suara yang dihitung,” kata Gubernur, Minggu (14/4).

 

Dikabarkan juga bahwa pihak penyelenggara pemilu, dalam hal ini KPUD Kaltara pun berkoordinasi dengan PT PLN (Persero) untuk tidak melakukan pemadaman listrik di wilayah Bulungan selama proses pencoblosan berlangsung di tiap TPS. “Di Bulungan ini, menurut data KPUD Kaltara ada 436 TPS. Untuk itu, PLN diminta KPUD dan Pemprov Kaltara untuk dapat memastikan listrik aman selama proses pencoblosan hingga rekapitulasi penghitungan surat suara di TPS usai,” ujarnya.

 

Tak itu saja, Pemprov dan KPUD Kaltara juga meminta kepada pihak penyedia jasa layanan telekomunikasi, PT Telkom untuk dapat memberikan jaminan kestabilan jaringan internet selama puncak kegiatan Pemilu Serentak 2019 berlangsung. “Selain listrik, dalam pemilu kali ini, dibutuhkan juga kestabilan jaringan internet. Karena, laporan kegiatan di TPS, mulai pencoblosan hingga rekap penghitungan surat suara akan disampaikan secepatnya oleh pihak yang bersangkutan. Baik petugas TPS, maupun para saksi yang ada,” tutur Gubernur.

 

Diinformasikan, permasalahan kelistrikan dan jaringan telekomunikasi pada hari H pemilu di Kabupaten Bulungan, juga telah disampaikan Pemprov Kaltara kepada KPU RI pada rapat koordinasi persiapan, beberapa waktu lalu. “Di kesempatan itu, Pemprov meminta kepada KPU RI untuk memberitahukan kepada Direktur PLN dan PT Telkom agar siaga dalam pelaksanaan pemilu untuk deteksi dan cegah dini persoalan di hari H,” urai Irianto.

 

Selain itu, Gubernur juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan hal-hal yang melanggar aturan penyelenggaraan pemilu yang aman, damai dan jujur. Hal tersebut disampaikan Irianto saat menjadi pembina apel patroli pengawasan anti politik uang di Taman Berkampung Tarakan, Jumat (12/4).

 

“Sejauh ini, pelaksanaan pesta demokrasi tahun ini berlangsung sukses dan damai. Di hari H nanti, saya juga berharap penggunaan hak pilih dapat terlaksana dengan baik dan jujur, bebas dari intervensi pihak manapun. Termasuk money politic dan hoaks,” tegasnya.

 

Dalam pemenuhan haknya tersebut, Irianto berharap pemilih dapat memilih presiden dan wakil presiden, serta wakil rakyat yang terbaik sesuai hati nurani masing-masing. (humas/ats/ardy) 

Add a Comment