Terdepan dan Terpercaya|Sabtu, Februari 16, 2019
> Home » headline » Malam Ini STQ Nasional Ditutup

Malam Ini STQ Nasional Ditutup 

GardaNKRI.COM. TARAKAN – Perhelatan akbar Seleksi Tilawatil Quran (STQ) Nasional ke-24 Kalimantan Utara (Kaltara) yang digelar di Kota Tarakan, akan berakhir malam ini.

Sepanjang pagelaran event dua tahunan ini sejak 15 Juli lalu hingga kemarin (21/7), mengalami kemajuan yang berarti dalam hal pelaksanaan lombanya. Evaluasi dan pembenahan terus dilakukan panitia daerah bekerja sama dengan panitia pusat STQ Nasional ke-24/2017.

Ketua dewan hakim STQ KH Said Agil Husein Al Munawar menuturkan, di malam penutupan nanti, akan diumumkan para juara di tiap cabang lomba. Sebagaimana diketahui, STQ menggelar tiga cabang lomba, yakni cabang tilawah Alquran dengan golongan musabaqahnya, yakni golongan anak-anak putra dan putri, dan golongan dewasa putra dan putri.

Lalu, cabang hafiz Alquran yang terdiri dari golongan 1 juz dan tilawah putra dan putri, Golongan 5 Juz dan Tilawah putra dan putri, golongan 10 juz putra dan putri, golongan 20 juz putra dan putri, golongan 30 juz putra dan putri. Yang terakhir, cabang tafsir Alquran: golongan tafsir bahasa Arab putra dan putri yakni hafalan 30 juz dan tafsir juz VII. Namun, tidak ada kategori juara umum dalam STQ.

“Yang ada juara 1, 2 dan 3 di tiap golongan. Dan, biasanya nilai juara 1 sampai 3 beda tipis, hanya nol koma, jarang sekali sampai satu ke atas,” ujarnya pada konferensi pers di ruang video conference dan press conference media center STQ, Kamis (21/7).

Agil turut memastikan dewan hakim yang terlibat dalam STQ kali ini merupakan orang yang dapat dipercaya. Mereka juga merupakan para qari-qariah berkualitas.

“Dewan hakim sudah mengangkat sumpah, dan saya pastikan tak ada yang namanya juara itu didominasi kafilah dari Jawa atau daerah lainnya. Penilaian dilakukan dengan jujur. Bahkan, ketika memasuki arena, dewan hakim harus meletakkan handphone-nya pada tempat khusus. Dilarang membawa handphone saat melakukan penilaian, untuk mencegah hal tak diinginkan,” ungkapnya.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang diperoleh dari pengawas, Agil memastikan bahwa secara keseluruhan pelaksanaan STQ Nasional kali ini cukup baik. Peserta juga mampu memaksimalkan potensinya, animo penonton juga cukup baik.

“Ingat, di STQ kami tidak mencari kekurangan dari peserta. Tapi, yang kami push adalah potensi dan kemampuan maksimal dari peserta itu, untuk dikeluarkan pada saat pertandingan. Sampai dimana kemampuannya, di situ yang kami nilai,” urainya.

Disampaikan juga, peserta yang cukup menonjol pada perhelatan ini adalah La Ode Musa Abu Hanafi yang bertanding di cabang hafiz Alquran golongan 30 juz anak-anak putra. Selain karena namanya yang sudah cukup dikenal, diakui Agil, Musa juga masih memiliki potensi untuk digali secara maksimal. Salah satunya, pada cabang hafalan Alquran.

“Cabang ini, qari selain mampu menghafal ayat, juga harus bisa menunjukkan dengan tepat nomor juz dan letak ayat yang dibacakan di dalam Alquran. Kita akan coba Musa untuk menguasai hal tersebut,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Wakil Gubernur Kaltara H Udin Hianggio yang juga ketua umum panitia daerah STQ Nasional ke-24, menuturkan penyelenggaraan STQ di Kota Tarakan ini terbilang sukses. Meski, tak dipungkiri masih ada kekurangan. Namun, panitia daerah bekerja sama dengan panitia pusat bahu-membahu mengatasi kekurangan itu demi kelancaran penyelenggaraannya hingga selesai. (humas)

Add a Comment