Terdepan dan Terpercaya|Kamis, Juni 20, 2019
> Home » Hukum » FKDM Gelar Diklat Dasar – dasar Intelijen Dalam Melakukan Deteksi Dini ATHG

FKDM Gelar Diklat Dasar – dasar Intelijen Dalam Melakukan Deteksi Dini ATHG 

Gardankri.com, TARAKAN – Diawali dengan Menyanyikan Lagu Indinesia Raya, Diklat Dasar – dasar Pelatihan Intelijen yang digelar FKDM dalam melakukan deteksi dini ATHG, tepat Pukul 09.00 Wite bertepat dihotel Duta resmi di buka oleh Gubernur Kalimantan Utara Dr.H.Irianto Lambrie yang di wakili oleh Basiran selaku kepala Kesbangpol Provinsi Kalimantan Utara (17/11/2018).

Dihadiri 50 orang Anggota Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) se Kalimantan Utara, acara pembekalan ini guna Deteksi dini dari Ancaman Tantangan Hambatan dan Gangguan (ATHG). Dalam sambutannya H.Irianto Lambrie mengatakan bahwa ” tugas- tugas FKDM ini merupakan tugas sukarela dalam menjaga stabilitas daerah terutama pada menjelang pemilu 2019 nanti,” tegasnya.

Selain itu, dalam pemilu 2019 kita perlu mengantisipasi berita-berita yang tidak benar atau Hoax melalui media online yang bisa mengganggu stabilitas keamanan masyarakat. FKDM juga harus membangun situasi dan kondisi yang aman di Wilayah Perbatasan terutama di Provinsi Kaltara terutama masalah Peredaran Narkotika. Sementara Untuk masalah Paham Radikal perlu di awasi supaya jangan sampai menyebar paham-pahamnya di Provinsi Kaltara,” jelas Irianto Lambri dalam pesannya.

Dalam acara diklat tersebut peserta juga mendapat pelatihan langsung dari empat narasumber salah satunya Kepala BIN Daerah (Kabinda) Brigjend. Rudi Supriyanto. Menurutnya ”  Intelijen adalah kegiatan mematai-matai/spionase untuk memberikan informasi, untuk mensukseskan suatu kegiatan atau operasi sesuai dengan motto berani tidak terkenal, Mati tidak dicari, gagal dicaci maki,” terangnya. 

Sesuai UU NO 17 Tahun 2011 tentang Intelijen adalah organisasi kegiatan yang terkait dengan perumusan kebijakan startegi nasional dan pengambilan keputusan berdasarkan analisis dari info dan fakta yang terkumpul melalui metode kerja untuk pendeketsian dan peringatan dini dalam rangka pecegahan, penangkal dan penanggulangan setiap ancaman terhadap keamanan nasional.

Selain itu Dir Intelkam Polda Kaltara diwakili oleh Pa Intelkam Polda Kaltara (Ipda Sa’ud) juga selaku narasumber mengatakan ” Dalam situasi menghadapi pemilu banyak sekali berkembang isu isu dan berita hoaxs dengan tujuan untuk membuat keresahan dimasyarakat apalagi saat ini menghadapi tahun Pemilu, banyaknya isu isu negatif dan berita hoax sebagai aparat Intel yang perlu mendapat perhatian dalam menghadapi Pemilu antara lain , Penggandaan suara dan penggandaan identitas, ancaman penggagalan Pemilu oleh kelompok/perorangan, Pengawasan terhadap penyaluran Dukungan Logistik Pemilu 2019, jangan sampai kejadian sudah terjadi baru di laporkan hal ini tidak adanya unsur Cegah dan deteksi dini. Apabila menemukan hal hal tersebut agar segera melaporkan ke pada pihak terkait Bawaslu,” tegasnya.

Sementara Kepala Kesbangpol Kaltara Basiran juga selaku narasumber secara garis besar menjelaskan tentang, ancaman Ideologi, Hankam, ancaman Budaya, Stabilitas Politik, ketahanan ekonomi dan ancaman sosial. 

Selain 50 peserta, hadir juga Kabinda Prov. Kaltara (Brigjen TNI Rudi Supriyanto), Kepala kesbangpol Prov. Kaltara (Basiran), Ketua FKDM Prov. Kaltara (Usman Faqih), Dir Intelkam Polda Kaltara diwakili oleh Pa Intelkam Polda Kaltara (Ipda Sa’ud), Perwakilan anggota Kesbangpol Prov. Kaltara, Perwakilan anggota Kesbangpol Kab/Kota Prov.Kaltara. 

Acara yang berlangsung hingga pukul 16.05 wita berjalan dengan baik dan lancar, serta ditutup langsung oleh ketua FKDM Provinsi Kalimantan Utara Usman Faqih, sekaligus ucapan terima kasih yang sampaikannya atas terselenggaranya acara tersebut serta pemberian cinderamata, acara diklat ini akan berlangsung selama dua hari sejak Tanggal 17-18 November 2018.(Mudi).

 


 

Add a Comment