Terdepan dan Terpercaya|Selasa, Februari 19, 2019
> Home » headline » Dewan Studi Banding Penyusunan Ripda

Dewan Studi Banding Penyusunan Ripda 

GardaNKRI.COM. TANJUNG SELOR – Ketua Komisi IV DPRD Kaltara Asnawi Arbain mengatakan,  Pemprov Kaltara saat ini sedang menyusun rencana induk pengembangan pariwisata daerah (Ripda) dalam rangka penataan pengembangan kepariwisataan.

Karena itu, perlu dilakukan studi banding ke beberapa daerah yang dinilai berhasil membangun pariwisatanya. Salah satunya studi banding yang dilakukan Komisi IV ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau, Selasa (20/6).

“Banyak hal yang kita bahas bersama Disbudpar Berau. Selain penyusunan Ripda, juga kerja sama dalam pengembangan wisata,” ungkapnya, Selasa (20/6).

Menurutnya, pengembangan wisata tidak cukup ditangani satu sektor. Namun, harus dengan lintas sektor bahkan lintas daerah. “Kita menyadari pariwisata ini bisnis yang bersifat multi sektoral. Tidak bisa digarap satu sektor. Juga bisnis yang tidak bisa dibilang singkat, harus bertahap dan melibatkan semua pihak termasuk dari daerah lain,” jelasnya.

Wisata Berau menurutnya juga memberikan berkah ke Kaltara. Sehingga, perlu menjalin kerja sama antara kedua daerah di sektor pariwisata ini. “Kaltara memang diuntungkan dengan wisata Berau. Karena banyak wisatawan ke Berau masuk melalui Kaltara,” tandasnya.

Ditambahkan Ambo Intang, anggota Komisi IV, untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata di Kaltara, memang perlu belajar dengan daerah yang sudah berhasil mengelola dan mengembangkan wisatanya. Seperti Kabupaten Berau yang memiliki sejumlah wisata andalan dan sudah mendunia.

“Berau mempunyai objek wisata yang sudah terkenal. Jadi kita menggali informasi bagaimana Pemkab Berau mengelola potensi wisatanya, seperti apa tata kelolanya, termasuk cara promosinya,” ujar Ambo Intang.

Menurutnya, Kaltara memiliki potensi wisata yang beragam dan bisa dikembangkan. Seperti Pantai Tanah Kuning di Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan, dan Pantai Amal di Kota Tarakan. “Kita kan juga punya pantai dan laut yang bisa menarik wisatawan lokal maupun luar. Tinggal bagaimana kita mengelolanya. Makanya kita belajar dengan Berau,” tandasnya. (HUMAS)

Add a Comment