Terdepan dan Terpercaya|Sabtu, Februari 16, 2019
> Home » headline » “Cegah Paham Radikalisme, GPB Adakan Diskusi Panel”

“Cegah Paham Radikalisme, GPB Adakan Diskusi Panel” 

GardaNKRI.com, Tanjung Selor, Melihat keadaan bangsa yang sedang dilanda penyakit Revolusi Mental, tentang pemahan Radikalisme, agar tidak menular kemasyarakat Provinsi Kalimantan Utara khususnya dan masyarakat Indonesia umumnya, Gerakan Peduli Bangsa (GPB) sabtu 25 Maret 2017,mengadakan Diskusi Panel di Jalan Kolonel soetadji, Gedung Serbaguna Kantor gubernur Kaltara.

Ratusan Peserta diskusi yang terdiri dari Mahasiswa, PGRI, SENKOM, Pers, dan Tokoh Pemuda Yang ada di Kalimantan Utara, sangat antusias bahkan disaat sesi tanya jawab. Empat narasumber yang berkwalitas tentang pemahaman Radikalisme melalui peran media atau gerakan masyarakat juga turut hadir, diantaranya Reza dari Ikatan Juranlist Televisi Indonesia ( IJTI ), Datu Zulkarnaen ketua Persatuan Wartawan Indonesia ( PWI ) kaltara, Syarullah dari Kepala Dinas KOMINFO, dan Kasat Binmas Polres Bulungan Akp. Mujiono.

Acara yang diawali sambutan oleh Basiran selaku kepala Kesbangpol Kaltara, membuat peserta yang hadir terlihat semangat. “Secara garis besar saat ini keadaan mental Bangsa sudah memasuki Stadium Empat. Hal ini berdasarkan Intruksi Presiden, sehingga semua organisasi yang ada diharapkan memiliki peran dan memerangi paham Radikalisme ini, ucapnya”.

Basiran juga menambahkan “bahwasannya perlu dibangun sinergitas  untuk membangun komunikasi, baik melalui Ormas, Partai Politik, dan Aparat Hukum, dalam mencegah pemahaman Radikalisme, dari sudut manapun, apakah itu melalui unsur Agama, Media atau ormas ormas, jelasnya”.

Menurut Rahmat Agus Riyadi selaku Ketua Gerakan Peduli Bangsa Kaltara (GPB), “kegiatan diskusi panel ini merupakan, langkah antisipasi menangkal kemungkinan masuknya paham paham Radikal di Provinsi kalimantan Utara, serta mencari solusi melalui audience dalam rangka cegah dini, waspada dini, serta tangkal dini, jelasnya”

Rahmat Agus Riyadi menambahkan, acara ini juga bertujuan, “agar cara berfikri yang sama dalam rangka mengatasi paham Radikalisme di kalangan masyarakat Kaltara, terselenggaranya wadah diskusi sebagai tempat untuk menyerap serta mendengar aspirasi publik dalam menangkal paham Radikalisme, menggalang masyarakat untuk tidak terpengaruh kelompok teror atau paham Radikalisme di Kaltara, terkoordinir bentuk dukungan terhadap kebijakan pemerintah dalam memberantas paham Radikalisme diKaltara, tambahnya”.

Acara yang digelar sejak pukul 08.30 hingga pukul 13.00 wite, tergolong sukses, bahkan para peserta berselfi dengan para narasumber dan panitia pelaksan. ( Mudi )

 

Add a Comment