Terdepan dan Terpercaya|Selasa, Juni 25, 2019
> Home » headline » Jokowi : Manfaatkan Peluang di Tengah Perang Dagang

Jokowi : Manfaatkan Peluang di Tengah Perang Dagang 

Gardankri.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo mengaku ragu ekonomi dunia membaik di tahun-tahun mendatang. Hal itu dikatakannya setelah menyaksikan langsung kuatnya tensi perang perdagangan antar negara yang terbawa saat pertemuan The Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) di Papua Nugini 17-18 November lalu.

Menurut Jokowi, hal itu menjadi realitas yang harus dihadapi bersama. Sehingga, dia mengharapkan, sinergi semua pihak, baik pemerintah, pimpinan perusahaan, maupun pelaku ekonomi. Terutama untuk mencari peluang atas kondisi ketidakpastian ekonomi global itu.

“Tidak perlu takut, kita harus terus optimis bahwa dalam kesempitan ada kesempatan, setiap kesulitan selalu ada peluang. Biasanya CEO seperti ini. Saya paham cara berpikir CEO, dalam suasana perang dagang ini terbuka peluang yang harus dimanfaatkan,” kata dia di JCC, Selasa (27/11).

Optimisme adanya peluang di tengah perang dagang, kata Jokowi, terlihat dari banyaknya laporan yang diterima Jokowi baik dari para Menteri Kabinet Kerja maupun pelaku usaha, tentang minat investor asing untuk berinvestasi di negara-negara ASEAN.

“Mereka ingin pindah ke negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia agar terhindar hantaman tarif impor mitra dagangnya. Dari China ataupun AS berbondong-bondong ingin ke Indonesia,” kata dia.

Peluang lainnya, yakni potensi pasar ekspor semakin terbuka lebar ke negara-negara yang melakukan perang dagang. Sebab, perang tarif yang tinggi membuat China dan AS enggan mengisi perdagangannya satu sama lain.

“Ini bisa kita isi potensi ini untuk perkuat industri kita maupun meningkatkan ekspor kita. Tinggal kita bisa ambil peluang ini atau tidak. Jadi tolong ditelusuri peluang apa yang kira-kira semakin terbuka lebar untuk kita ambil yang mungkin sebelum perang dagang kita tidak pernah pikirkan kemudian terbuka peluang ada,” tuturnya.

Untuk itu dia mengharapkan, dengan adanya kondisi perekonomian global yang tidak menentu, fokus untuk memperoleh peluang untuk memajukan ekonomi maupun industri domestik jangan sampai hilang. Karena negara yang cepat menurutnya akan menang dari negara yang lambat.

“Tren ini harus dilihat sehingga kita mau ke mana. Itu yang ingin kita hitung kenapa kita ingin membangun 10 Bali baru karena ada peluang ini. Terlepas dari perang dagang dan kenaikan suku bunga dolar, e-commerce boom, tourism boom di Indonesia masih terus berlanjut,” paparnya.

“Di tengah kisruh global dan regional, jangan kita kehilangan fokus. Jangan lengah dan jangan kehilangan fokus. Kita harus fokus pada peluang yang di depan kita,” ungkapnya menambahkan.

Di samping perang dagang, ekonomi ke depan juga akan dihadapi tantangan perkembangan teknologi. Revolusi industri 4.0 membuat disrupsi yang harus diikuti dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM)

“Menurut saya kita butuh orang-orang (SDM) baik di pemerintahan, perusahaan, atau BUMN, yang open minded, terbuka karena sekarang zamannya keterbukaan bukan ketertutupan,” kata dia. (Jp/md)

 

Add a Comment