Terdepan dan Terpercaya|Selasa, Februari 19, 2019
> Home » Lipsus » Tingkatkan Kualitas Pelajar dan Pendidik Dewan Dukungan Program Pendidikan

Tingkatkan Kualitas Pelajar dan Pendidik Dewan Dukungan Program Pendidikan 

GardaNKRI.COM, TANJUNG SELOR – Anggota DPRD Provinisi Kalimantan Utara Amir Zaglol Saroyan mengapresiasi kinerja Pemerintah Provinisi Kaltara dalam merealisasikan programnya. Salah satunya urusan pendidikan.

Menurutnya, meski ada hal-hal yang belum terealisasi, namun itu merupakan hal wajar. Mengingat Provinisi Kaltara merupakan daerah otonomi baru (DOB) yang mulai membangun.

“Khususnya bidang pendidikan. Kita juga harus salut dengan kemampuan keuangan yang masih terbatas, tapi mampu menganggarkan 20 persen itu,” kata Amir belum lama ini.

Menurutnya, urusan pendidikan tidak hanya semata-mata terfokus pada program fisik atau penyediaan sarana dan prasarana. Tetapi yang tak kalah penting adalah output dari program pendidikan melalui anggaran 20 persen itu. Yakni kualitas pendidikan.

“Urusan pendidikan ini berbeda dari satuan kerja lainnya. Untuk pendidikan ada misi tertentu, yakni menciptakan kualitas pendidikan. Bagaimana mencetak pelajar-pelajar berprestasi,” jelas anggota Komisi IV ini.

Selama ini kata dia, persentase kelulusan SMA/SMK yang kini menjadi tangung jawab pemerintah provinsi sudah cukup baik. “Nah itu yang paling penting. Bukan fisik semata, tetapi output-nya,” jelasnya.

DPRD khususnya Komisi IV yang membidangi pendidikan tentu juga mendukung dan memberikan perhatian terhadap masalah pendidikan di daerah ini. “Kami juga akan ikut mengawal pendidikan ini. Sehingga koreksi yang diberikan menjadi bagian yang perlu diperbaiki,” sambungnya.

Sementara menyangkut tenaga pendidikan, kata Amir, juga sudah dianggarkan dalam rangka peningkatan kemampuan guru. Sebab, menjadi tenaga pendidik juga ada syarat tertentu seperti memenubhi klasifikasi dan sertifikasi. “Pemerintah juga tentu terus berupaya meningkatkan kualitas tenaga pendidik di daerah ini,” lanjut anggota Fraksi Gerindra ini.

Namun, yang masih perlu menjadi perhatian khusus pemerintah provinsi, kata Amir, yakni masalah tenaga honor. Saat ini memang kendalanya karena perubahan status. “Tapi saya rasa tahun ini ada perbaikan. Masalah honor yang belum terbayar, akan terealisasi tahun ini,” tandasnya. (adv)

Add a Comment