Terdepan dan Terpercaya|Sabtu, Februari 16, 2019
> Home » headline » Serap Aspirasi, Dewan Gelar Reses

Serap Aspirasi, Dewan Gelar Reses 

GardaNKRI.COM, TANJUNG SELOR – Anggota DPRD Provinsi Kaltara saat ini kembali melaksanakan reses di beberapa kecamatan di kabupaten/kota, untuk menyerap aspirasi masyarakat yang berkembang belakangan ini. Agenda reses ini dilaksanakan selama sepekan, mulai Senin (15/5) hingga Sabtu (20/5) mendatang.

Ketua DPRD Kaltara Marten Sablon yang dikonfirmasi mengatakan, sebagian anggota dewan sudah berada di kecamatan-kecamatan untuk melakukan reses. Sebagian juga masih melakukan koordinasi dengan kepala daerah atau camat tempat mereka reses.

“Sesuai jadwal yang sudah disusun Badan Musyawarah (Banmus), reses anggota dewan  dimulai 15 Mei sampai 20 Mei mendatang. Anggota dewan akan menyebar di lima kabuaten/kota. Tinggal mengatur waktu pertemuannya kapan,” jelas Marten Sablon, Selasa (16/5).

Ia sendiri mengaku akan melaksanakan reses di Pulau Sapi salah satu desa di Kecamatan Mentarang, Kabupaten Malinau. Selain itu, ia juga akan menyerap aspirasi masyarakat di wilayah perbatasan, seperti Kecamatan Lumbis, Kabupaten Nunukan.

Dijelaskannya, salah satu pertimbangan melakukan reses di wilayah perbatasan karena ada beberapa persoalan yang berkembang di wilayah perbatasan yang perlu jadi perhatian. Seperti musibah banjir yang baru-baru ini terjadi di beberapa kecamatan di Nunukan.

Kata Marten, bisa jadi ada hal-hal yang ingin disampaikan masyarakat terkait dengan penanganan banjir yang terjadi hampir setiap tahun ini. “Mungkin ada aspirasi masyarakat yang ingin disampaikan kepada pemerintah melalui anggota dewan yang reses. Apa yang mereka sampaikan nanti, akan kami teruskan ke pemprov,” jelas politisi Partai Demokrat ini.

“Mungkin ada harapan untuk penanganan banjir. Kita ingin tahu masukan masyarakat soal ini,” sambungnya.

Selain itu, lanjut Marten, anggota dewan sebenanrya berkeinginan menggelar reses di Kecamatan Krayan, Nunukan. Karena anggota dewan juga ingin sekali menyerap aspirasi di perbatasan. “Setidaknya kita tahu kondisi masyarakat di perbatasan,” ujarnya.

Hanya saja, belum bisa terlaksana karena terkendala penerbangan. Mengingat, satu-satunya transfortasi menuju ke Krayan kata dia hanya menggunakan pesawat.

Sementara pesawat MAP yang biasanya melayani rute Krayan tidak terbang karena pilot yang bertugas sedang libur. Untuk menggunakan penerbangan Susi Air juga tidak memungkinkan karena jadwal penerbangan sudah penuh untuk melayani masyarakat.

“Susi Air itu kan penerbangan reguler. Jadi sudah dipesan jauh-jauh hari oleh masyarakat. Jadi tidak ada yang kosong. Kita juga tidak ingin mengganggu jadwal masyarakat. tapi kedepan akan kita jadwalkan,” tandasnya. (adv)

Add a Comment