Terdepan dan Terpercaya|Kamis, April 18, 2019
> Home » Lipsus » Perhatikan Kompetensi dan Kesejahteraan Guru

Perhatikan Kompetensi dan Kesejahteraan Guru 

Gardankri.com — Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) Asnawi Arbain menilai, masih ada yang perlu dibenahi untuk meningkatkan bidang pendidikan. Selain fasilitas atau sarana dan prasarananya, tenaga pendidik atau guru juga masih butuh perhatian. Misal, dari segi kompetensi maupun kesejahteraannya.

Menurut Asnawi –sapaan akrabnya, kompentensi dan kesejahteraan guru sangat berpengaruh terhadap kualitas pendidikan. Guru sebagai ujung tombak pendidikan perlu memiliki kompetensi. Sementara kesejahteraan guru sangat perlu diperhatikan untuk memacu kinerja mereka. “Mereka mengajar tapi tidak sejahtera, itu bisa tidak fokus,” kata Asnawi, beberapa waktu lalu.

Terutama bagi mereka yang bertugas di daerah perbatasan. Insentif atau tunjangan yang diterima harus disesuaikan dengan standar hidup di wilayah kerja mereka. “Tapi kita yakin ini jadi perhatian pemerintah. Kalau dari segi kesejahteraan, guru-guru di Kaltara sudah lumayan, tinggal fasilitas yang masih butuh perhatian,” lanjutnya.

Selain itu, dia mengatakan, Kaltara bisa memiliki sebuah rancangan pendidikan jangka panjang yang nantinya sinkron dengan sistem pendidikan di Indonesia. Dengan asumsi, konsep pendidikan yang berkesinambungan akan melahirkan anak didik yang berkualitas.

“Pendidikan ini kan berentet. Kalau dari SD bagus, berarti dari TK-nya bagus. Kalau SMA-nya bagus, berarti dari SMP bagus, Dan kalau perguruan tingginya bagus, berarti dari SMA-nya yang bagus,” jelasnya.

Asnawi mencontohkan, beberapa Perguruan Tinggi (PT) di Indonesia, yang memiliki standarisasi tinggi dalam menerima calon mahasiswanya. Menurut Asnawi, selektifnya PT tersebut dapat menjadi bahan acuan bagi pendidikan yang ada di Kaltara untuk terus mengupayakan peningkatan kualitas pendidikan.

“UGM, ITB, UI itu punya kualitas tinggi. Salah satu faktornya adalah role inputnya yang bagus. Dia terseleksi, yang masuk hanya anak-anak yang pintar, yang cerdas,” imbuhnya

Lanjut Asnawi, permasalah pendidikan yang ada di Kaltara juga harus dilihat dari sudut pandang yang lebih luas. “Harus dilihat secara utuh, komperehensif. TK dan SD-nya bagaimana, SMP dan SMA-nya bagaimana, Perguruan Tinggi-nya bagaimana. Ini semua satu rangkaian,” jelas politisi PAN ini.

Dia mengakui, pemerintah provinsi memang berwenang terhadap SMA sederajat. Tetapi menurutnya, jenjang dibawahnya tidak bisa diabaikan karena tetap merupakan satu rangkaian. “Jadi selain guru, juga memperhatikan yang menyangkut anak didik,” tandasnya. (hms)

Add a Comment