Terdepan dan Terpercaya|Kamis, April 18, 2019
> Home » Lipsus » Pemprov Seriusi Penyelesaian Masalah Listrik

Pemprov Seriusi Penyelesaian Masalah Listrik 

Gardankri.com, TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, terkhusus Gubernur Dr H Irianto Lambrie menaruh perhatian penuh terhadap kebutuhan listrik masyarakat. Termasuk menyikapi permasalahan belakangan ini, utamanya bagi warga di ibu kota provinsi yang mengalami pemadaman listrik bergilir sejak hampir sebulan terakhir.

 

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ferdy Manurun Tanduklangi saat hadir sebagai narasumber Respons Kaltara, Selasa (26/3), mengungkapkan Pemprov, dalam hal ini Gubernur telah merespons apa yang menjadi persoalan masyarakat terkait pasokan listrik.

 

“Sesuai kewenangan-kewenangannya, kita telah melakukan berbagai upaya. Di antaranya, berkoordinasi dengan pihak penyalur listrik, dalam hal ini PLN. Bahkan, Pak Gubernur pun ikut turun gunung langsung. Beliau menemui pimpinan PLN, meminta ada solusi atau penyelesaian cepat persoalan listrik di Kaltara,” kata Ferdy.

 

Disampaikan, sesuai laporan dari PLN, persoalan pemadaman listrik di Bulungan, utamanya Tanjung Selor dan sekitarnya adalah akibat kurangnya pasokan daya. Dimana PLN mengalami defisit daya sebagai dampak terjadinya kerusakan pada PLTU milik PT SAS pihak swasta yang memasok listrik ke PLN.

 

“Kita terus mendesak agar upaya perbaikan bisa dilakukan secepatnya. Namun, kita juga tidak bisa memaksa, karena namanya mesin, tidak gampang memang. Yang pasti, pihak PLN dan PT SAS juga sudah berusaha keras untuk menyelesaikan secepatnya,” ujarnya.

 

Selain menyelesaikan perbaikan, Ferdy mengatakan, untuk jangka pendek, PLN menjanjikan percepatan pengoperasian PLTU 2×7,5 megawatt dan PLTMG 3×7 megawatt di Gunung Seriang. “Ditargetkan paling lambat Juni, kedua pembangkit dengan kapasitas daya 32 megawatt itu sudah bisa dioperasikan, listrik di Tanjung Selor, bahkan Kaltara akan aman,” ujarnya.

 

Sedangkan untuk jangka panjang, pemerintah telah mulai merealisasikan pembangunan PLTA Kayan dengan kapasitas total 9.000 megawatt. Dimana untuk tahap pertama dimulai dengan kapasitas 900 megawatt. (humas/ats/ardy) 

Add a Comment