Terdepan dan Terpercaya|Sabtu, Februari 16, 2019
> Home » Lipsus » Masyarakat Perlu Pembinaan Mengolah Potensi Daerah

Masyarakat Perlu Pembinaan Mengolah Potensi Daerah 

GardaNKRI.COM, TANJUNG SELOR – Wakil Ketua DPRD Kaltara Abdul Djalil Fatah berharap pemerintah melakukan pembinaan dan pelatihan kepada masyarakat di wilayah perbatasan untuk mengolah potensi yang ada di daerah mereka.  Sebab, cukup banyak potensi yang bisa diolah di daerah ini, khsusnya di perbatasan. Seperti hasil pertanian, perkebunan dan perikanan.

Namun, potensi yang dimiliki belum sepenuhnya dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat karena keterbatasan kemampuan untuk mengolahnya. “Semestinya ada pembinaan untuk mengolah potensi-potensi itu menjadi produk bernilai jual dan memiliki daya saing,” kata Abdul Djalil, Selasa (30/5).

Dengan adanya pelatihan atau bimbingan dari pemerintah, potensi yang dimiliki nantinya dapat diolah sendiri dan dipasarkan hingga ke negara tetangga, seperti Malaysia. Apalagi selama ini, masyarakat perbatasan terkesan hanya bergatung dengan negara tetangga untuk memenuhi kebutuhannya.

“Karena kalau kita berharap dari luar terus, daerah dirugikan. Misal dari pajak barang-barang yang masuk, itu kita tidak dapat apa-apa,” lanjutnya.

Selain itu, dengan adanya produk yang bisa dipasarkan dan mempunyai daya saing, bisa mengurangi ketergantunagn dari negara tetangga.

“Kita kan punya bahan bakunya. Jadi perlu ada pembinaan bagaimana mengolah bahan baku yang ada. Misal pengalengan ikan, atau buah-buahan,” ujar Djalil.

Menurut dia, adanya industri pengolahan hasil perikanan, perkebunan dan pertanian di wilayah ini memiliki dampak luas. Tidak hanya mengurangi ketergantungan dengan negara tetangga, tetapi juga membuka kesempatan kerja bagi masyarakat. Selain itu, semangat masyarakat untuk bertani juga meningkat.

Karena itu ia berharap pemerintah pusat dapat melihat apa yag bisa diperbuat untuk perekonomian masyarakat di perbatasan. “Karena ini menyangkut perbatasan, kewenangan pusat lebih besar dari kita (provinsi) Jadi pusat perlu memperhatikan,” pungkasnya. (adv)

Add a Comment