Terdepan dan Terpercaya|Jumat, April 19, 2019
> Home » headline » Masyarakat Mensalong Berharap Tempat Tinggalnya Direlokasi

Masyarakat Mensalong Berharap Tempat Tinggalnya Direlokasi 

 

 

 

gardankri.com, Tanjung Selor – Belum lama ini, hampir semua Aunsur DPRD Kaltara telah melakukan reses. Salah satunya adalah Ketua DPRD Kaltara yang melakukan reses di Desa Mensalong Kabupaten Nunukan. Masyarakat Desa Mansalong, Kecamatan Lumbis, Kabupaten Nunukan yang tinggal di bantara Sungai Sembakung menginginkan agar pemerintah daerah merelokasi permukiman mereka ke tempat yang lebih aman. Sebab, permukiman mereka selalu dilanda banjir, bahkan hampir terjadi setiap tahun.

Hal ini disampaikan masyarakat kepada Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) Marten Sablon, saat menggelar reses di wilayah ini, pekan lalu.

“Ya, salah satu keinginan masyarakat yang disampaikan ke kami yakni mereka ingin supaya permukiman direlokasi,” kata Marten, Rabu 23 Mei 2017.

Dikatakannya, setiap musim hujan, kawasan permukiman selalu terendam banjir yang cukup besar dari luapan Sungai Sembakung. Sehingga mengakibatkan aktivitas sehari-hari masyarakat terganggu. Bahkan lanjutnya, banjir ini menimbulkan kerugian bagi masyarakat setempat.

Karena itu, Marten berharap keinginan masyarakat setempat bisa ditindaklanjuti pemerintah, baik kabupaten maupun provinsi. “Kami harap keinginan masyarakat bisa ditindaklanjuti,” ujar politisi Partai Demokrat ini.

Sementara itu, terkait banjir yang terjadi di Long Bawan, Kecamatan Krayan beberapa hari lalu, kata Marten juga cukup besar. Banjir itu terjadi karena pertemuan antara dua anak sungai. Yaitu Sungai Pak Bawan dari arah Pak Rubai, Long Midang dan Sungai Pak Lutut dari arah Kampung Lembudud, Long Kewan ketemu di Long Bawang.

Menurutnya, penyebab banjir ini karena penyempitan dan pendangkalan kedua sungai tersebut. Akibat larutan tanah dan pasir yang berada di tepi sungai dan tumpukan sampah-sampah. “Sehingga air meluap ke darat yang merendam beberapa kampung,” ujarnya.

Dikatakannya, untuk penanganan jangka pendek, belum ada upaya untuk itu. Hanya saja, masyarakat mengharapkan agar disediakan alat bantu yang digunakan saat banjir. “Misal, perahu karet,” sambungnya.

Sementara untuk jangka panjang, pemerintah provinsi diharapkan melakukan normalisasi kedua sungai tersebut. Termasuk menyediakan TPA agar masyarakat tidak membuang sampah ke sungai.

Sementara untuk banjir di Kota Tanjung Selor, menurut Marten perlu dilakukan normalisasi drainase yang ada saat ini. “Itu untuk jangka pendek,” katanya. Sedangkan untuk jangka panjang, perlu adanya lokasi resapan air. Agar air cepat mengalir saat hujan dan tidak merendam ibu kota provinsi. (Rn/Md)

 

Add a Comment