Terdepan dan Terpercaya|Sabtu, Februari 16, 2019
> Home » Advetorial » LSM Gebrak Laporkan 15 Media Online Penyebar HOAX

LSM Gebrak Laporkan 15 Media Online Penyebar HOAX 

Garda.com, – Tarakan, Demi mengetahui Oknum penyebar berita HOAX, Ketua umum LSM Gerakan Bela Rakyat (GEBRAK) Steve S, mendatangi Polres Tarakan untuk melaporkan 15 media online dan oknum yang terlibat pembuat dan penyebarkan berita Hoax (24/1/2017).

Dalam laporan dia menyebutkan bahwa tuduhan surat deposito berjangka senilai Rp 5,104,801,293 atas nama jabatan Gubernur Provinsi Kaltara yang dianggap suap kepada Dr. H. Irianto Lambrie untuk memuluskan perizinan pertambangan dan perkebuhan ini tidaklah benar.

Dalam laporan tersebut Stev S, melampirkan bukti-bukti media apa aja yang terlibat untuk mempermuda proses penyelidikan saat di temui oleh awak media termasuk Gardankri.com.

Dalam keterangannya, dia mengatasnamakan Pejuang pemuda Kaltara melaporkan berita hoax yang di lakukan oknum yang mengganggu ritme jalannya roda pemerintahan, mengingat saya juga salah satu pemuda yang ikut berjuang mendirikan Kaltara.”Steve S menguturkan bahwa ini adalah sebagai pemuda yang ikut mendirikan Berdirinya Provinsi Kaltara maka saya tegaskan bahwa ini adalah pencemaran nama baik Gubernur Kalimantan utara dan individu H.Irianto Lambrie.”Ujarnya.

Sementara ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Kota Tarakan Andi solar saat di konfirmasi Gardankri.com,  menyampaikan kepada bahwa dia telah berkomunikasih dengan pengurus DPP IWO menanyakan apakah ada 15 media online yang tergabung dalam IWO terlibat dalam berita Hoax ini, ternyata tidak ada.” Sudah kami kroscek hingga kepengurus IWO diseluruh Indonesia, bahwa 15 media online yang sengaja menyebarkan berita HOAX tersebut tidak tergabung di IWO”,tegas Andi Solar.

Ia menambahkan bahwa kalaupun ada, darimanapun wadah media yang menaunginya, media yang terlibat akan tetap di proses secara hukum karena telah melanggar kode etik jurnalistik sebagai media online, tambah Andi yang juga Pemilik salah media online ternama di Kaltara.

Dia berharap, pelaku penyebar  HOAX   secepatnya bisa segera di ciduk oleh tim cyber Polri, melalui Polres Tarakan”, tutupnya.

Dimana pelaku penyebar HOAX akan terancam Pasal 28 ayat 1 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau Undang-Undang ITE. Di dalam pasal itu disebutkan, “Setiap orang yang dengan sengaja dan atau tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan, ancamannya bisa terkena pidana maksimal enam tahun dan denda maksimal Rp 1 miliar.” Setelah laporan diproses oleh pihak kepolisian, baru kemudian polisi bisa melakukan penyelidikan.(Antasari)

Add a Comment