Terdepan dan Terpercaya|Selasa, Februari 19, 2019
> Home » headline » Komisi IV Minta Antispasi Kekurangan Guru

Komisi IV Minta Antispasi Kekurangan Guru 

Gardankri.com, Tanjung Selor, Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kaltara Asnawi Arbain mengungkapkan, ancaman kekurangan guru menjadi persoalan krusial yang harus disikapi. Sebab, berdasarkan informasi yang diterimanya, banyak guru yang sudah mendekati usia pensiun, seperti di Kota Tarakan.

“Ini saya ketahui setelah mendengarkan aspirasi dari guru-guru di Tarakan,” kata Asnawi, Senin (29/5).

Karena itu, ia berharap Pemerintah Kota Tarakan tanggap dan merespons persoalan ini. Seperti merekrut tenaga guru untuk mengantisipasi kekurangan guru ini. “Dalam waktu 1 atau 2 tahun kedepan, banyak guru yang akan pensiun. Tetapi belum ada antisipasi. Padahal ini persoalan krusial,” ujarnya.

Selama ini, penerimaan guru kata dia hanya sebatas wacana. Jika tidak ada upaya sedini mungkin, maka Tarakan akan kekurangan guru. “Saya kira ini kondisi riil di Kaltara, bukan hanya Tarakan. Kita ini bakal kekurangan guru kalau banyak yang sudah pensiun. Itu harus diantisipasi, jangan sampai tidak,” sambungnya.

Selain itu, salah satu keluhan guru di Tarakan yakni masalah tunjangan. Khususnya guru SMA/SMK. Sebab, tunjungan yang dari pemkot kini sudah tidak ada setelah pengalihan kewenangan ke pemerintah provnsi.

“Itu kan ada tunjangan provinsi dan tunjangan daerah. Beralihnya kewenangan, kota tidak mau lagi meberikan tunjangan ke guru SMA,” ujarnya.

Seharunya kata dia, pemkot boleh memberikan tunjangan dalam bentuk hibah. Sama waktu provinsi memberikan tunjangan, tidak memandang kewenagan siapa. “Saya kira jangan mentang-mentang pindah kewenangan kemudian lepas begitu saja. Guru ini kan tugasnya di daerah,” pungkasnya. (adv/hms)

Add a Comment