Terdepan dan Terpercaya|Kamis, April 18, 2019
> Home » Lipsus » Keputusan Setelah Rapat Internal, Dewan Dengarkan Paparan SMI soal Pinjaman Dana

Keputusan Setelah Rapat Internal, Dewan Dengarkan Paparan SMI soal Pinjaman Dana 

Gardankri.com — Rencana Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara meminjam dana kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) untuk pembangunan rumah sakit tipe B di Tanjung Selor, ditindaklanjuti dengan pertemuan DPRD Kalimantan Utara bersama perusahaan milik BUMN tersebut di Tarakan.

Dalam pertemuan itu, DPRD meminta penjelasan PT SMI dan Pemprov Kaltara terkait skema pinjaman dana sebesar Rp 340 miliar itu.

“Dalam pertemuan itu, kami sudah mendengar pemaparan dari Pemprov Kaltara tentang rencana pembangunan rumah sakit tipe B yang akan dibangun di Tanjung Selor,” jelas Ketua DPRD Kaltara Marten Sablon, yang dikonfirmasi.

Selain itu kata Marten, dewan juga mendengarkan pemaparan PT SMI tentang peminjaman dana untuk membiayai pembangunan rumah sakit tersebut. Mulai dari proses awal peminjaman, persyaratan yang harus dipenuhi pemprov hingga mekanisme pengembalian modal dan bunga pinjaman itu.

“Itu perlu kita dengarkan dari mereka. Kita ingin tahu seperti apa nanti mekanismenya,” ujarnya.

Namun, kata Marten, dewan tidak bisa langsung memutuskan apakah akan menyetujui pinjaman itu. Pihaknya akan mengkaji kebijakan pinjaman itu. Sebab dikhawatirkan, bunga dan angsuran membebani APBD setiap tahunnya.

Karena itu, setelah pertemuan ini, pihaknya akan mengagendakan rapat internal dewan untuk membahas rencana pinjaman ini. Keputusan menyetujui atau tidak pinjaman itu, perlu mendengarkan saran dan pendapat seluruh anggota dewan.

“Setelah ini, kami akan cari waktu yang tepat untuk membahasnya lebih lanjut,” tandasnya.

Ketua Fraksi PAN-PBB DPRD Kaltara Asnawi Arbain, juga enggan memastikan sikap dewan terhadap rencana pinjaman dana ini. Namun, secara pribadi dan di fraksinya sangat mendukung meski dengan catatan.

“Dalam sikap fraksi kami terhadap pinjaman ini kami nyatakan mendukung dengan catatan harus dilakukan hati-hati, karena ini menyangkut pinjaman,” ujar pria yang juga ketua DPW PAN Kaltara ini.

Pinjaman tersebut nantinya digunakan untuk pembangunan rumah sakit tipe B. Hanya saja perlu dipikirkan juga proses pengembaliannya, karena dana yang akan dipinjam sangat besar.

Selain itu, Asnawi menangkap ada bunga yang terselip dalam pinjaman tersebut. Namun, secara teknis dia mengaku tidak mengetahui perhitungannya. Hal ini juga perlu mendapat perhatian agar tidak menjadi beban pemerintah di kemudian hari. (Hms)

Add a Comment