Terdepan dan Terpercaya|Selasa, Februari 19, 2019
> Home » Lipsus » Diduga Palsukan Amar Putusan, Oknum Jurusita PN Gunungsitoli Bungkam

Diduga Palsukan Amar Putusan, Oknum Jurusita PN Gunungsitoli Bungkam 

Garda NKRI.com, Gunungsitoli – Buntut dari Laporan LBH Gempita atas dugaan Penyalahgunaan Kewenangan/ Jabatan serta pemalsuan isi putusan Pengadilan Negeri Gunungsitoli yang dilakukan oleh oknum Jurusita an. Venus J. Mendrofa terhadap Berita Acara Eksekusi nomor : 02/Eks.Pdt/2014/PN.Gst Jo putusan 22, diduga adanya keterkaitkan terhadap penyerobotan tanah yang dilakukan oleh Rumah Sakit Umum Swasta Bethesda di Gunungsitoli.

Dari hasil pantauan Garda NKRI, tanah yang dimaksud adalah tanah milik Rahmaniar dengan luas 782m2 yang terletak di Km3 Kalimbungo yang dikenal dengan nama Jl. Diponegoro Desa Sifalaete Tabaloho Kota Gunungsitoli, lebih tepatnya berbatasan dengan Apotik Bethesda.

Menurut informasi yang beredar ditengah masyarakat setempat bahwa tanah tersebut telah dikuasai oleh RSU Swasta Bethesda yang juga milik salah seorang petinggi DPRD Kota Gunungsitoli dan Petinggi salah satu partai di Kota Gunungsitoili. Hal ini terjadi pasca adanya eksekusi tanah pada tanggal 04 Maret lalu. Menurut warga setempat ada hal yang aneh pada eksekusi tanah tersebut.

“Anehnya objek eksekusi tersebut adalah berada di sebelah utara RSU Bethesda dan sebelah selatan yang dulu lebih dikenal usaha Aldo, namun tanah yang tidak ada kaitannya dengan objek eksekusi dipasangkan plang eksekusi,“ ucap salah Seorang warga masyarakat yang tidak mau disebutkan namanya dan juga termasuk saudara dari ahli waris tanah, Sabtu (25/06).

Lebih lanjut diterangkannya bahwa pihak RSU Swasta Bethesda sama sekali tidak punya hak atas kepemilikan Tanah.

“Kami juga merasa heran kok bisa-bisanya pihak RSU Swasta Bethesda menguasai tanah itu, padahal sepengetahuan kami tanah itu tidak masuk dalam Putusan di Pengadilan, dan yang menjadi pertanyaan dari mana pihak Bethesda mendapat persetujuan untuk membangun bagunannya dan menggunakan sebagai lahan parkir terhadap tanah/lahan itu karena yang kami ketahui tanah itu adalah tanah warisan milik Alm. Fatoro Harefa yang istrinya Rahmaniar,“ tuturnya.

Rahmaniar melalui kuasa Hukumnya Firman Harefa saat dikonfirmasi mengatakan jika tindakan ini jelas telah merugikan kliennya. Iapun meminta agar pihak yang sudah menempati tanah/lahan itu untuk segera mengosongkan lahan tersebut.

“Dimana tidak dapat memanfaatkan tanah yang sudah dikuasai oleh orang yang tidak dikenal,oleh karenanya kita juga sedang memikirkan upaya-upaya hukum lainnya, kita hanya berharap kepada orang yang sudah menempati tanah/lahan itu untuk segera mengosongkan, kita sudah ajukan ke PN gunungsitoli untuk sita jaminan objek gugatan koq, kita berharap agar segera disita oleh PN. Gunungsitoli, “ cetus Firman, Sabtu ( 25/05 ).

Sementara ditempat yang berbeda pihak RSU Bethesda saat di konfirmasi Minggu (19/06/16) lalu, melalui Marthinus Lase, SH membenarkan bahwa lahan parkir yang saat ini digunakan adalah tanah yang masuk dalam eksekusi.

“Benar adanya tanah yang dimasud telah di eksekusi, dan tanah yang telah dieksekusi tersebut telah kita gunakan sebagai lahan parkir sementara dan bangunan di dalamnya adalah bukan bangunan permanen, jadi kapanpun kita siap bongkar, “ ujar Lase.

Dijelaskannya bahwa keberadaan parkir pada lahan tersebut telah mendapat izin dari pihak keluarga.

“Keberadaan parkir beserta bangunan ini kita dapatkan izin dari pihak keluarga Liami Telaumbanua alias ina Delima, kemudian mengenai surat perjanjian diantara kami hal tersebut tidak ada karena rasa saling percaya,“ tandas Marthinus Lase.

Demikian halnya saat dikonfirmasi kepada Humas PN. Gunungsitoli M. Yusuf Sembiring mengatakan bahwa kasus ini telah ditangani oleh Pengadilan Tinggi Sumut.

“Hal ini telah ditangani oleh Pengadilan Tinggi Sumatera Utara kita masih menunggu hasil dari PT, soal mengenai amar putusan dan berita acara eksekusi tahun 2014 dan 2015 silahkan di konfirmasi langsung kepada juru sitanya jawab Sembiring mengakhiri, “ ucap Sembiring saat dijumpai diruang kerjanya di Jl. Pancasila NO.12 Gunungsitoli beberapa waktu lalu.

Sementara Fenus J Medrofa selaku Jurusita pada eksekusi tanah tersebut saat dikonfirmasi tidak berada ditempat dan beberapa kali hendak di konfirmasi lewat via seluler pihaknya tidak ada respon. (Fr. Lature/Doni)

Add a Comment