Terdepan dan Terpercaya|Selasa, Februari 19, 2019
> Home » Lipsus » Sejumlah Tokoh Lintas Agama Kecam Kapolres Nias Terkait Penangkapan 8 Aktivis

Sejumlah Tokoh Lintas Agama Kecam Kapolres Nias Terkait Penangkapan 8 Aktivis 

Kabarone.com, Gunungsitoli – Acara Doa bersama yang dilaksanakan di rumah salah satu saudara aktifis yang sempat di tahan oleh Polres Nias, pasca dibebaskannya ke-8 aktivis berjalan dengan hikmat, bahkan dalam cela acara tersebut sejumlah teman-teman baik dari wartawan sejumlah media dan LSM merasa terharu dan meneteskan air mata saat seorang Pdt dan Ustadz secara bergantian memimpin do’a, dimana Tuhan telah menunjukan kebesaranNya, Mujizat terhadap ke-8 aktivis.

Setelah acara doa selesai Yuliman Zalukhu bertindak mewakili keluarga 8 aktifis yang di tangkap pada insiden aksi doa bersama dengan menyalakan seribu lilin yang berujung penangkapan 8 aktivis itu yang kemudian pada tanggal 19 April  2016 sekira pukul 16.00 wib Polres Nias melakukan penangguhan penahanan terhadap 8 aktifis yang ditahan.

Pdt Arminus Gulo, S.Th

Pdt Arminus Gulo, S.Th

Disela-sela pertemuan setelah acara doa bersama selesai yang juga turut dihadiri oleh sejumlah tokoh lintas agama itu, Yuliman Zalukhu kepada awak media mengatakan, “kami dari pihak keluarga sangat kecewa atas kejadian ini, menurut hemat kami keluarga ke-8 aktivis menduga adanya beberapa pelanggaran-pelanggaran berupa kekerasan dan atau HAM terhadap keluarga kami yang di tangkap pada saat itu.”

Kami berharap supaya Bapak Kapolres Nias untuk lebih arif dan bijaksana dalam menyikapi permasalah ataupun kasus tersebut, sebab hal ini nantinya jangan sampai membawa preseden buruk terhadap kepemimpinannya ditengah-tengah masyarakat nias. Lebih jelas dikatakan jika Bapak Kapolres Nias tetap ngotot, maka tidak menutup kemungkinan dapat memberikan dampak negatif terhadap citra dan marwah kepolisian terkhusus dalam hal ini Polres Nias.

Ditambahkan olehnya, kami juga menghimbau sekaligus mengharapkan kepada pihak Kejaksaan Negeri Gunungsitoli agar betul-betul menganalisis semua yang terkait persoalan kasus ini, dan tidak berpedoman pada bukti sepihak sebab kami juga memiliki bukti-bukti yang kuat. Lebih jelas kami minta kepada pihak kejaksaan arif dan lebih teliti untuk menyikapi hal ini, karena jangan nantinya bumerang sebab hal ini telah mendapat perhatian dan sorotan dari berbagai kalangan dan elemen masyarakat.

“Justru disinilah momentum yang tepat bagi Kejaksaan untuk dapat dekat dihati masyarakat dengan menegakan hukum yang benar secara bijak dan adil, bila tidak memenuhi unsur kita harapkan supaya di hentikan demi hukum yang berkeadilan. kami jelaskan jika kami telah mengambil alat-alat bukti yang ada, seperti video, foto, dan lain-lain,” tegasnya.

Ditempat yang sama, salah seorang tokoh agama atau pimpinan GUPDI (Gereja Utusan Pantekosta di Indonesia- Kepulauan Nias Pdt Arminus Gulo, S.Th saat dimintai tanggapannya mengatakan, “saya sebagai hamba Tuhan tidak bisa menerima tindakan oknum Polres Nias dalam melakukan penangkapan terhadap ke-8 aktifis, apalagi kegiatan tersebut adalah keagamaan “doa bersama dengan menyalakan seribu lilin”, bahkan saya dengan untuk mensukseskan kegiatan tersebut oleh sejumlah aktifis telah mengundang tokoh lintas agama yaitu Pdt. Berkat Laoli dan Ustad H. Jafar Muis harefa. Oleh karena tuhan berkata tegakanlah keadilan dan kebenaran itu, dan saya menilai yang mereka lakukan adalah kepentingan orang banyak dengan berdoa untuk pulau nias tercinta.”

“Dengan itu kami dari organisasi gereja atau pun bidang rohaniawan dan selaku sebagai Ketua GUPDI (Gereja Utusan Pantekosta Di Indonesia) se-kepulauan Nias  mengencam keras atas tindakan para oknum Polres Nias yang membabi buta saat penangkap terhadap 8 aktifis dan 3 orang lagi yang masyarakat korban salah tangkap atas insiden di depan PLN, ini adalah sebagai bentuk keprihatinan dan kepedulian atas krisis PLN atau pemadaman total yang telah terjadi di Pulau Nias. Untuk itu saya minta Kapolres Nias hal-hal seperti ini jangan terulang lagi, jangan sampai demokrasi dimatikan, karena demokrasi harus tetap di tegakkan,” tegasnya.

“Karena Tuhan berkata nyatakanlah kebenaran, demikian juga pesan kami kepada seluruh aktifis-aktifis dipulau Nias untuk terus berjuang demi kebenaran,” tandas Pdt Armilus Gulo, S.Th mengahiri.( Efrizal caniago )

Add a Comment