Terdepan dan Terpercaya|Jumat, April 19, 2019
> Home » Advetorial » Cegah DBD, Peran Masyarakat Paling Diperlukan

Cegah DBD, Peran Masyarakat Paling Diperlukan 

Gardankri.com, TANJUNG SELOR – Peran serta masyarakat sangat penting dalam mencegah dan memberantas wabah penyakit demam berdarah dengue (DBD). Utamanya dalam kepeduliannya terhadap lingkungan masing-masing. 

Demikian kesimpulan “Respons Kaltara” edisi 29 atau perdana pada 2019 yang menghadirkan sumber dari Dinas Kesehatan (Diskes), Kamis (7/2). “Di Kaltara semua daerah dikatakan sebagai endemis DBD. Karena di semua kabupaten/kota di sini sudah pernah ditemukan DBD. Hal utama yang perlu kita lakukan adalah pencegahan. Dan, di situ peran masyarakat yang paling diharapkan,” ujar Usman, Kepala Diskes Kaltara yang hadir sebagai narasumber Respons Kaltara dengan tema KLB (kejadian luar biasa) DBD. 

Dikatakan, tindakan penanganan DBD tidak hanya oleh pemerintah. Akan tetapi peran masyarakat juga sangat diperlukan. Mengapa demikian? Karena dalam program yang saat ini sedang disosialisasikan oleh pemerintah yaitu pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan 3M Plus sangat membutuhkan peran masyarakat.

Sasaran utama gerakan 3M Plus sendiri, lanjutnya, adalah sarang nyamuk Aedes Aegypti. Dijelaskan, nyamuk jenis ini suka hidup dan berkembang biak di air bersih dan jernih. Aktif di siang hari, sehingga pada waktu itu masyarakat sangat rawan gigitan nyamuk ini. 

“Gerakan 3M Plus ini harus dilakukan secara kontinu. Caranya, dengan sering menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah penampungan air dan mengubur barang bekas yang berpotensi menjadi penampungan air dan bisa dijadikan tempat bertelur nyamuk Aedes Aegypti,” ujarnya.

Selain itu, untuk melindungi diri dari gigitan nyamuk, masyarakat disarankan untuk menggunakan semprotan pembasmi nyamuk atau lotion. Untuk penanganan secara wilayah, menurut Usman, telah dilakukan fogging atau pengasapan yang dikoordinir Diskes kabupaten/kota se-Kaltara di wilayah yang rawan perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti. 

Pihaknya juga memberikan dukungan lewat pemberian bubuk abate ke setiap kabupaten/kota. Sejauh ini, sudah 1.200 botol bubuk abate disebar ke seluruh kabupaten/kota. Sementara itu, untuk melakukan pencegahan dini, Diskes Kaltara telah membentuk tim gerak cepat penanganan DBD. Juga mengusulkan pengadaan alat Rapid Diagnostik Test (RDT), yaitu alat yang digunakan untuk mendiagnosa secara cepat DBD. 

“Usulan kita sudah disetujui dari pusat, dan sekarang dalam perjalanan pengiriman ke Kaltara,” ujarnya. (humas/ats/ardy) 

Add a Comment